Showing posts with label Interview. Show all posts
Showing posts with label Interview. Show all posts

Interview With Vinna Kurniawati (@Black_Rabbit13)

Indonesia Revive! -- Kita sudah mereview buku The Cronicle of Enigma kemarin, kini saatnya kita review penulisnya nih. Seperti yang sudah dijanjikan, kita bakal mendengar suara penulisnya, yaitu Kakak Vinna Kurniawati. Istilah kita, Voice of Indonesia, suaranya rakyat Indonesia untuk membesarkan diri dan juga negara tercintanya. 

Mari simak interviewnya di bawah ini, mudah-mudahan interview ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian:

Interview With Shienny MS

Indonesia Revive! -- Oke, seperti yang sudah dijanjikan oleh tim redaksi Indonesia Revive! kemarin kalau kita akan menginterview Kakak Shienny MS yang membuat Ther Melian; Tetralogi Apik dengan Background Indonesia. Jangan lupa untuk memfollow twitternya di @TherMelian dan follow twitter @IndoRevive.

Interview With Medina Warda Aulia

Indonesia Revive! -- Indonesia kini memiliki pecatur-pecatur ulung yang kemampuan bisa diasah. Karena selain memiliki talenta, mereka juga memiliki usia yang masih belia. Salah satu pecatur muda berbakat yang dimiliki Indonesia adalah Medina Warda Aulia. Kita tahu bahwa Medina adalah juara di Singapore International Chess Championship 2011. Nah, ada empat pertanyaan yang diajukan oleh redaksi Indonesia Revive!

1. Prestasi catur apalagi yang telah anda raih selain Singapore International Chess Championship 2011?
Banyak. Selain Singapore International Chess Championship 2011, beberapa gelar yang bisa aku sabet adalah gelar juara dunia antarpelajar 2008, juara nasional KU-10 2007, dan merebut medali emas di APPSO ASEAN 2007.

2. Inspirasi anda bermain catur?
Boneka barbie. Waktu kecil itu adalah permainan favoritku. Karena bagi aku, barbie sama kayak catur, yang bisa disusun menyerupai raja dan ratu di sebuah kerajaan.

3. Berapa jam sehari anda berlatih?
1 jam per hari.

4. Apakah menjadi atlet catur sulit?
Sulit.

Interview With Daniel Rudi Haryanto

Indonesia Revive! -- Daniel Rudi Haryanto merupakan salah satu sutradara berbakat Indonesia. Lewat filmnya berjudul Prison and Paradise, ia berhasil mendapatkan penghargaan Director Guild of Japanese Award. Prestasi yang sangat menggembirakan bagi negara kita, Indonesia. Ia pernah masuk dalam industri perfilman indonesia, bersama tokoh-tokoh film ternama Indonesia, seperti Garin Nugroho dan Riri Riza. Sekitar tahun 2010, ia menuntaskan film dokumenter yang sudah dirisetnya selama tujuh tahun. Hasilnya? Sambutan luar biasa di berbagai festival film ternama dunia.

Dalam kesempatan kali ini, redaksi Indonesia Revive! berhasil mewawancarai mas Daniel Rudi Haryanto yang baik via Facebook terkait filmnya dan pandangannya tentang Indonesia. Berikut hasil wawancara tersebut:


1. Mengapa memilih judul Prison and Paradise? Apa filosofi di baliknya?
Judul Prison and Paradise saya pilih karena latar belakang peristiwa Bom Bali 1 yang terjadi di Pulau Bali, pada 12 Oktober 2002. Dari hasil riset saya menemukan fakta yang terjadi pada korban, keluarga korban, pelaku dan keluarga pelaku. Paradigma Surga dan Penjara itu menjadi sumir, bergantung pada perspektif masing-masing subyek. Bagi Korban, para pelaku bertujuan mencari Surga, tetapi bagi keluarga korban, para pelaku pantas mendapat ganjaran hukuman setimpal, Sementara itu bagi para pelaku, penjara adalah tiket mereka ke Surga.

2. Mengapa memilih tema film ini?

Tema film adalah dampak serangan bom bunuh diri terhadap para pelaku, keluarga pelaku dan keluarga korbannya. Saya mengambil tema ini karena temuan di dalam riset, bahwa para pelaku melakukan serangan bom bunuh diri karena pembelaan mereka terhadap umat Islam, tetapi korbannya adalah dari kalangan umat Islam juga. Ini menjadi persoalan bagi lingkungan kita hari ini, bahwa ideologi dan penerapan ideologi selalu berbenturan dengan realitas korban yang seringkali menjadi subyek yang harusnya dibela.


3. Apa yang anda harapkan dari film ini?
Saya membuat film ini bertujuan untuk membuka diskursus, yaitu pembahasan-pembahasan yang lebih maju lagi, bahwasanya terorisme tidak sekedar kasus penerapan kekerasan dalam lingkungan sosial, akan tetapi menjadi pekerjaan rumah, sebab pasca serangan bom bunuh diri, banyak pekerjaan rumah yang ditanggung oleh lingkungan sosial, negara, pemerintah setiap pihak termasuk para ulama dan umat secara keseluruhan, tidak hanya pada satu organisasi agama terntentu, akan tetapi setiap institusi agama. Hari ini kita dihadapkan pada perspektif sempit tentang terorisme tetapi seringkali tidak mampu keluar dari ruang sempit perspektif itu untuk melongok realitas yang terjadi pada keluarga, anak-anak dan lingkungan sosial keluarga korban dan keluarga para pelaku, Dengan adanya pembahasan-pembahasan tersebut akan didapatkan gagasan-gagasan untuk terlibat untuk mencari solusi.

4. Film apa lainnya yang sedang anda buat?
Saya sedang mempersiapkan film bersama Indonesia Corruption Watch (ICW)

5. Bisa cerita profil mas Daniel sedikit saja?

Profil saya? Saya lahir 17 April 1978, besar di lingkungan keluarga plural. Saya anak nomer 4 dari 5 bersaudara. Kakak-kakak saya sebagian adalah aktifis pergerakan Islam (Pelajar Islam Indonesia dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia). Sementara anggota keluarga saya yang lain adalah pemeluk agama Kristen.

Saya tumbuh dalam ruang-ruang diskusi dan pertemuan berbagai aliran pemikiran. Dari Marxis hingga kajian-kajian Islam. Dari sinilah saya tumbuh, Sewaktu SMA saya ditangkap aparat Orde Baru dan dikeluarkan dari Sekolah Menengah Seni Rupa Yogyakarta karena mengkritisi kebijakan pendidikan pemerintah Soeharto yang saat itu menteri P dan K adalah Wardiman Djojonegoro.

Karena sempat di blacklist, Saya melanjutkan ke SMA biasa (Persamaan) dan lulus. Lalu melanjutkan kuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta fakultas Film dan Televisi,) saya mengambil jurusan Dokumenter.

Sambil kuliah saya mendirikan kelompok studi film CINEMA SOCIETY, Lembaga kajian sinema Indonesia. Menerbitkan majalah Sinema Society dan menyelenggarakan workshop film secara independen (1999-2005).

Lulus dari FFTV IKJ tahun 2005 dan kemudian bekerja di ranah produksi film sebagai sutradara Behind The Scene film-film Indonesia bersama Riri Riza, Garin Nugroho, Teddy Soeriyaadmaja, Rako Prijanto, Affandi Abdulrahman, Djenar Mahesa Ayu, Nia Dinata dan sineas Indonesia lainnya.

Setelah 5 tahun di dunia "Industri Film" saya memutuskan untuk menyelesaikan film saya yang telah saya riset selama 7 tahun berjudul PRISON AND PARADISE, Film ini disambut di berbagai festival internasional di Dubai, India, Korea Selatan, Roma, Canada dan Jepang. Di Yamagata International Documentary Film Festival 2011 saya mendapat anugerah Director Guild of Japan Award.

6. Boleh tanya pendapat anda: menurut anda, bagaimana kondisi Indonesia saat ini?
Pendapat saya tentang kondisi Indonesia saat ini? Saya mendapat kesempatan melakukan perjalanan ke berbagai festival film internasional.

Dari ranah hijrah itulah saya melongok Indonesia. Memang memprihatinkan, Indonesia hanya dikenal sebagai Negara teroris, korupsi dan Tenaga Kerja Murah.

Ketika kembali ke Indonesia saya berada dalam realitas Indonesia itu, Ini semakin membuat saya prihatin namun sekaligus mencambuk diri saya untuk terus berkarya lebih baik lagi, sebab saya sadar tidak mungkin berharap pada situasi negeri ini, saya berharap pada diri sendiri, Lebih keras lagi berpikir dan giat kerja dengan mempersiapkan karya-karya baru.

Menjadi bagian dari pergaulan internasional dan membawa nama baik Indonesia. Tentu ini kerja berat, tetapi bukan berarti tidak bisa. Dengan prestasi di Jepang dan berbagai festival film itu, saya merasa sebagai langkah awal dan Saya yakin bisa melanjutkannya.

7. Apakah indonesia bisa menjadi negara maju? Jelaskan.

Indonesia memiliki kesempatan besar menjadi negara maju. Tahun 1975 kita sama dengan Korea Selatan, Pasca perang dunia ke dua kita sejajar dengan negara-negara bekas jajahan dan negara-negara yang kalah perang.

Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan alam namun juga sumber daya manusia. Ini mesti dikelola secara baik. Untuk mengelolanya butuh pemimpin yang cerdas, progresive dan bijak. Namun lebih penting lagi adalah kesadaran manusia Indonesia, Terutama kesadaran kolektif yang berangkat dari diri sendiri untuk memacu kemauan maju dan kerja keras, seperti Manusia Jepang dan Korea Selatan, dengan berkarya menurut bakat masing-masing.

Teramat banyak pekerjaan rumah di hadapan manusia Indonesia, harus satu satu dikerjakan. Dan itu memulainya dari diri sendiri. Saya belajar itu dari sejarah. Catatan sejarah menyampaikan riwayat tokoh-tokoh, semisal Tan Malaka, ia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan membuktikan bahwasanya manusia Indonesia yang makan tempe mampu berdebat di forum Komintern (Komunis Internasional) berdebat dengan Trotsky, ada lagi Hatta, ia mampu membawa kemenangan-kemenangan diplomasi menghadapi kepentingan negara-negara imperialis, ada Soekarno yang menggelorakan jiwa Kebangsaan menjadi Indonesia, ada Mbah Maridjan yang setia pada amanat dan tugas kebudayaan, ada jendral Soedirman yang ahli di bidang gerilya hingga Nasution dan Vietkong belajar strategi gerilya tentara Indonesia.

Saya rasa ini dulu jawaban dari saya mas.
Jika ada pertanyaan lagi silahkan diajukan...

Terimakasih atas perhatian dan apresiasi anda

Salam dan selamat berkarya.

Daniel Rudi Haryanto

Interview With SYS (Mangaka Sang Sayur)

Indonesia Revive! -- Seperti sudah dikabarkan beberapa tempo lalu bahwa Shirley Yoanita Sys adalah satu dari beberapa mangaka yang berkibar di mancanegara, lewat manga bertajuk "Sang Sayur". Kini redaksi Indonesia Revive! berkesempatan untuk mewawancarai Kak Shirley yang lebih suka dipanggil Sys karena karya-karyanya memang memakai nama itu.

1. Kakak lahir di mana? dan warga negara mana?
Saya lahir di Jakarta dan warga negara Indonesia.

2. Ngomik sejak kapan?

Saya mulai ngomik sejak tahun 2006 dan "Sang Sayur" adalah seri komik pertama yang saya pernah buat di dalam majalah kumpulan komik lokal indie bernama SPLASH. Jadi boleh dibilang tahun 2006 itu saat lahirnya "Sang Sayur".

3. Influence terbesar dari mana?

Berhubung semua karakter komik saya sekarang kebetulan bukan manusia, jadi belum ada sumber influence yang terlintas di pikiran. Tapi kalau iya..... Banyak teman-teman yang pernah komentar kalau style character design saya terlihat senafas dengan Nodame Cantabile, Emma, dan Last Exile.

4. Komik yang sudah terbit? dan belum?
Beberapa judul komik kolaborasi yang pernah terbit adalah 101 Peraturan Konyol Dunia dan 101 Surviving Super Singles yang diterbitkan Cendana Art Media. Dan Sejejak Mimpi (cerita pendek Romantika Odong-Odong) yang diterbitkan Koloni m&c! Gramedia. Semua buku itu dapat ditemukan di toko buku. Selain itu saya sempat menjalankan proyek komik strip 4 panel (4 koma manga) untuk Jakarta Communication Club.

Kini "Sang Sayur" tengah terbit secara berangsur di majalah komik CHERRY, majalah kumpulan shoujo manga (komik perempuan) yang diterbitkan oleh m&c! Gramedia. Boleh dibilang ini adalah debut pertama "Sang Sayur" dengan penerbit mainstream.

5. Sekarang tinggal di mana Kak?
Sekarang saya tinggal di Jakarta, meski dulu sempat tinggal di Amerika beberapa tahun untuk studi SMA dan kuliah.

6. Apakah Kakak jebolan sekolah manga sama seperti Dr. Vee?
Iya. Kebetulan saya juga kenal Dr. Vee dari Machiko Manga School. Ibu Machiko juga yang memperkenalkan saya ke dunia profesional komik dan teknik membuat komik.

7. Komik ke depan yang bakal terbit?
 "Sang Sayur" akan terus muncul di CHERRY dan sesudah kemunculan cukup episode di sana, saya harap para pembaca akan menantikan terbitnya komik tunggal (tankoubon) "Sang Sayur" oleh Koloni m&c! Gramedia.

Bagi para pembaca yang kebetulan tidak mengikuti Cherry, semua episode Sang Sayur dapat dinikmati di Facebook-nya dan ngomik[dot]com.

8. Ceritain dong lebih banyak soal manga "Sang Sayur"?"
Sang Sayur" bercerita tentang kehidupan sehari-hari si Bawang Putih bersama teman-teman dan keluarganya yang penuh warna. Anggota keluarga si Bawang Putih adalah Bapak Terong, Ibu Ketumbar, dan Kakak Tomat. Pembaca juga sering bertanya kenapa anggota keluarga si Bawang Putih terdiri dari jenis sayur-mayur dan buah-buahan yang beragam. Jawabannya mudah, supaya lebih bervariasi. Teman-teman si Bawang Putih terdiri dari si Stroberi yang imut, si Buah Ara yang serba tahu, si Pitaya (alias Buah Naga) yang ganteng dan dengan berjalannya seri maka teman Bawang Putih akan bertambah.

"Sang Sayur" berhasil terpilih menjadi salah satu finalis di ajang kontes komik mancanegara yang diadakan oleh Kementrian Luar Negeri Jepang, International Manga Award 2007.

Karya-karya lain yang berhasil menembus tahap final antar lain adalah "East Coast Rising" oleh Becky Cloonan (Amerika Serikat), "Gothic Sports" oleh Anike Hage (Jerman) dan "GOONG" oleh Park So Hee (Korea).


9. Menurut Kakak, bagaimana kondisi Indonesia saat ini? Apakah Indonesia bisa menjadi negara maju?
Sebagai penduduk sipil, beberapa tahun terakhir ini saya sudah terlihat kemajuan di beberapa sektor. Meski tidak akan terjadi secara instan, tapi saya yakin Indonesia akan siap menyongsong masa depan yang lebih cerah sebagai negara yang harum namanya dan dikenal sebagai negara yang beradab di mata internasional.

Interview With Dr. Vee

Vivian Wijaya (nama pena Dr. Vee) (Indonesia) (l. 1978) adalah seorang mangaka profesional asal Indonesia yang berkiprah di kancah internasional. Sebelum berprofesi sebagai mangaka ia adalah dokter.


Telah mengarang manga berjudul Kokkyonaki Gakuen (diposting di halaman web Shogokukan 4 Nov 2011) dan Prambanana (diterbitkan oleh Elex Media Computido). Kokkyonaki Gakuen berkisah tentang Hajime Tomono (15 th) anak Jepang biasa yang masuk sekolah berasrama internasional. Di sekolah ini terdapat siswa-siswi dari 50 negara lebih. Apakah Hajime dapat menang melawan serangan kebudayaan asing!?

Kokkyonaki Gakuen bisa dibaca di sini sampai tanggal 5 Januari 2012.

Redaksi Indonesia Revive! berhasil mewawancarai Dr. Vee lewat facebooknya:

1. Sejak kapan mulai membuat manga untuk karier profesional?
Komik / manga profesional saya yang pertama adalah Prambanana. Proses pembuatannya dimulai pada akhir tahun 2006. Waktu itu pertama kali muncul di Majalah Splash pada edisi cetak bulan Desember 2006. Waktu itu saya belajar di Machiko Manga School, dan ibu Machiko adalah orang pertama yang membimbing saya ke dunia profesional.

2. Sudah berapa banyak manga yang anda buat?
Belasan judul. Tapi yang diterbitkan resminya baru 3: Prambanana, Emuzoukun (Metabolic Syndrome no Tonsukesan), Kokkyounakigakuen. Dua di antaranya komersil, Prambanana, Kokkyounakigakuen.

3. Bagaimana anda menembus pasar internasional?
Saya dulu belajar di sekolah teknis fakultas komik (Nippon Designer School, Tokyo), lalu bekerja sebagai asisten komikus. Dari sana saya dapat info dan pengetahuan tentang cara menembus ke dunia manga profesional.

4. Di manakah anda lahir, tinggal, dan apa warga negara anda?
Saya lahir di Tokyo, hidup di sana sampai umur 6 tahun. Kewarganegaraan saya selalu Indonesia, tidak pernah ganti.

5. Ke depan adakah kemungkinan membagi ilmu anda ke mangaka / komikus lokal Indonesia?

Tentu saja. Saya berharap bisa membaca lebih banyak komik Indonesia yang bagus-bagus. Saya kira ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari cara komikus maupun editor komik Jepang bekerja.