Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Keseksian Mobil KIA ESEMKA

Indonesia Revive! -- Adalah Joko Widodo (Jokowi) Walikota Solo yang mulai memelopori pembelian mobil KIA ESEMKA ini. Sehingga mobil KIA ESEMKA ini mulai banyak diperbincangkan oleh media dan dilirik banyak pihak, termasuk Marzuki Alie, Ketua DPR-RI. Jokowi sendiri telah mengganti mobil dinasnya dengan mobil ini.


Berikut berita yang diambil dapurpacu:

Joko Widodo atau lebih dikenal dengan sebutan Jokowi membuat kejutan. Walikota Surakarta (Solo) ini mengganti mobil dinasnya Toyota Camry dengan Esemka Rajawali.

Mobil bergaya SUV ini dirancang dan dikembangkan siswa-siswa SMK Negeri 2 Surakarta, yang bekerja sama dengan Kiat Motor Klaten, sebagai partner industri SMK Negeri 2 Surakarta, seperti dikutip dari Suara Merdeka, hari ini (3/1).

Dapur pacu Esemka Rajawali dicomot dari KIA serupa dengan mesin yang digunakan Timor dulu. Mesin 1,5-liter ini mampu memproduksi 105 hp pada 5.500 rpm.

Kabinnya bisa menampung tujuh penumpang. Mobil dilengkapi fitur-fitur terkini berupa power window, AC dual zone, power steering, central lock, sistem audio dengan CD, serta tak ketinggalan sensor parkir.

“Delapan puluh persen materialnya diproduksi di Indonesia. Blok mesinnya saja dibuat di industri logam rumah tangga Batur, Kecamatan Ceper, Klaten,” terang Sukiyat pemilik Kiat Motor. “Soal harga, dia meyakini ongkos produksi mobil bertransmisi manual dengan 5-speed itu jauh lebih rendah, dibanding produk-produk serupa buatan negara lain,” tambahnya kepada Suara Merdeka.

Esemka Rajawali memiliki agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang dipegang PT Solo Manufaktur Kreasi. Jika diproduksi massal harganya diprediksi pada kisaran Rp 95 juta.

Berikut di bawah ini adalah videonya diambil dari VivaNews:



Lantas, apakah kemunculan KIA ESEMKA ini menandai era industri mobil Indonesia lagi di masa depan. Seperti halnya mobil Timor di akhir 90an silam? Dan benarkah bakal menaikkan pundi-pundi ekonomi Indonesia? Kita lihat saja ke depannya.

Jika bukan kita yang bangga atas apa yang sudah dilakukan anak bangsa sendiri, lantas siapakah? Klik Gerakan Dukung Mobil Esemka buatan anak Indonesia atau Dukung eSeMKa jadi kendaraan pejabat Indonesia dan mobil nasional untuk ambil bagian grup ini di facebook.

Bursa Efek Indonesia (BEI) Masuk 3 Besar Bursa Berkinerja Terbaik Dunia

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyampaikan bahwa kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011 berhasil masuk ke dalam tiga besar bursa berkinerja terbaik dunia.

“Pertama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan yang positif dengan tingkat pertumbuhan 3,2 persen yaitu dari 3703,5 pada penutupan Desember 2010, menjadi 3821,9 pada penutupan bursa tanggal 30 Desember 2011. Hal ini cukup membesarkan hati mengingat begitu besarnya dampak krisis keuangan di Amerika Serikat dan kawasan Eropa terhadap pertumbuhan indeks saham secara global,” ucap Agus dalam acara pembukaan pasar modal 2012, di Bursa Efek Indonesia, pada 2 Januari 2012.

Agus menerangkan, IHSG sebenarnya hanya naik 3,2 persen tetapi indeks ini ternyata tercatat sebagai berkinerja terbaik ke-3 di antara bursa-bursa utama di dunia. “Yakni di bawah Indeks Dowjones Amerika yang naik 5,57 persen dan Indeks Philipphines Stock Exchange yang naik 4,07 persen,” tambah Agus.

Kondisi IHSG ternyata sanggup mengalahkan sejumlah indeks utama lainnya. Agus menyebutkan, indeks negara Singapura mencatat pertumbuhan negatif yakni minus 17 persen, indeks Hongkong minus 19,97 persen, indeks India minus 24,64 persen, dan indeks Schenzen atau Tiongkok minus 32,8 persen.

“Sungguh kita syukuri bahwa kita masuk tiga terbaik di antara bursa utama di dunia,” tegas Agus.

Tidak lupa pula, Agus menyebutkan, IHSG juga berhasil mencatatkan diri sebagai yang terbaik di Asia Pasifik dengan peningkatan sebesar 46 persen pada tahun lalu. Pada tahun 2011 , lanjut dia, pertumbuhan IHSG tersebut berdampak pada nilai kapitalisasi pasar saham yang mencapai Rp 3.537 triliun.

“Lebih tinggi dari pencapaian tahun 2010 yang sebesar Rp 3.247 triliun. Atau menjadi 3,3 kali lipat dari market capitalization tahun 2008 ,” ujarnya. Di mana pada tahun terjadinya krisis ekonomi yang cukup hebat itu, nilai kapitalisasi pasar saham sempat menyentuh Rp 1.076 triliun.

Sementara itu, rasio kapitalisasi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto tahun 2011 mencapai 48,9 persen. Dan, total nilai transaksi saham tahunan kembali mencatat peningkatan sebanyak 4 persen dari Rp 1.176 triliun pada 2010 menjadi lebih dari Rp 1.223 triliun pada 2011 .

Menurut Agus, pencapaian positif indikator-indikator utama bursa tidak lain disokong oleh kondisi fundamental emiten-emiten yang tercatat di BEI. Ini, terang dia, cukup melegakan di tengah-tengah dampak yang harus dihadapi dari krisis utang Amerika Serikat dan Eropa kepada pasar modal Indonesia.

“Meskipun demikian kita semua harus tetap berhati-hati dan waspada. Dan, sesuai arahan Bapak Presiden kita harus menjaga integritas pasar modal. Dan, kita terus harus melakukan social reform dan financial sector reform. Dengan begitu kita akan dapat menjaga perkembangan pasar modal Indonesia ke depan,” ucap Agus.

Sumber: kompas.com