Acah: Alat Penangkap Gurita

Agus Cahyadi yang merupakan peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) adalah penemu Alat Pancing Gurita Buatan untuk memudahkan nelayan menangkap gurita tanpa harus merusak terumbu karang dan ekosistem laut lainnya. Saat ini alat untuk menangkap gurita yang umum digunakan adalah alat tangkap clay pots (kendi tanah liat), tombak, dan trap (perangkap). Clay pots dan trap tidak banyak digunakan oleh nelayan di Indonesia (DKP.1999), dikarenakan kompleksitas di dalam operasi penangkapan. Alat tangkap tombak yang banyak digunakan. Namun kendalanya adalah harus menyelam dengan cara memasukan tombak/pengait ke lubang-lubang karang sehingga tidak sedikit karang yang rusak.
Pengembangan alat tangkap gurita berupa pancing belum pernah diuji cobakan. Oleh karena itu inovasi ini diarahkan kepada penemuan dan pengembangan alat pancing gurita buatan dengan mengedepankan pendekatan fisiologi gurita melalui indera penglihatan dan respon akustik yang diinderanya.

“ACAH”

Alat Penangkap Gurita

Keunggulan:

   1. Tidak menggunakan umpan
   2. Dapat digunakan dari atas perahu/kapal (tidak harus menyelam)
   3. Tidak merusak karang dan ekosistem lainnya
   4. Baterai tahan lama (1 tahun untuk pemakaian 8 jam per hari)


Sumber: ramp-indonesia

0 komentar:

Post a Comment