Listrik Padam? Tak Masalah bagi UMKM

Indonesia Revive! melansir kabar dari Yogyakarta - Pemadaman listrik bergilir membuat masyarakat tidak nyaman, apalagi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Namun, meski rugi, mereka tak tahu ke mana harus mengadu.

Berawal dari melihat usaha temannya yang sering kerepotan ketika pemadaman listrik berilir, menginspirasi lima mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk melakukan penelitian mengenai pemanfaatan tenaga surya. Kelima mahasiswa tersebut antara lain: Ilham Lutfil Anam, Adi Wayhyudianto, Afief Amrullah, M. Sholeh Masnawa, dan Fikri Ali Nawawi membuat penelitian mengentai "implementasi Solarcell Home System sebagai Energi Sekunder dan cadangan untuk meningkatkan Proses Produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)".

"Adanya pemadaman bergilir tersebut membuat sejumlah UMKM merugi karena menurunnya produktivitas kerja mereka. Dan kami terpanggil untuk membantu," papar Ilham mewakili teman-temannya ketika dikonfirmasi oleh KR. Alat yang dibuat tersebut kini bahkan diterapkan di sebuah UMKM di Jawa Tengah.

Ilham dan keempat temannya mencoba untuk membuat energi alternatif dengan memanfaatkan energi sinar matahari. "Kami kemudian membuat Solarcell Charge Home System (SHS) atau Sistem Listrik Surya Skala Kecil. Kami mengkolaborasikan atau kinerja listrik daari PLN dengan listrik dari SHS, maka ketika mengalami pemadaman UMKM tetap dapat bekerja," paparnya.

Cara kerja SHS dimulai dengan pemasangan alat, di mana sinar matahari akan ditangkap panel surya. Energi sinar tersebut melalui Solar Charge Regulator (SCR) disimpan baterai. Ketika listrik PLN mati, secara otomatis Automatic Transfer Switch (ATS) atau saklarnya nyala.

"Sehingga listrik yang berasal dari baterai kemudian melalui SCR akan mengalir ke inverter yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi AC dialirkan untuk menggantikan energi listrik PLN. Perpindahan tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Seperti halnya ketika menggunakan generator set (genset) yang masih memerlukan waktu untuk menyalakan listrik," kata Ilham. Dan yang menguntungkan, lanjut mahasiswa lainnya, Fikri Ali Nawawi potensi radiasi matahari di Indonesia cukup tinggi dan merata sehingga memudahkan dalam pemanfaatannya.

(KR, 8 Agustus 2011)

0 komentar:

Post a Comment